Sekarang Boleh Mengaktifkan Gadget di Pesawat Saat Mengudara?

Sekarang Boleh Mengaktifkan Gadget Saat Mengudara?
Sekarang Boleh Mengaktifkan Gadget Saat Mengudara?


Siapa yang tidak tahu jika anda sedang dalam penerbangan tepatnya di dalam pesawat hal yang paling tabu untuk dilakukan bagi sebuah penumpang adalah mengaktifkan ponsel anda. pentingnya mematikan ponsel ketika anda sedang berada di dalam pesawat terbang sangat bermanfaat karena banyak sekali kasus-kasus kecelakaan yang terjadi di Indonesia bahkan di dunia yang disebabkan oleh satu atau beberapa penumpangnya masih menghidupkan telefon genggam yang mereka miliki.

Mengapa penumpang pesawat tidak boleh atau dilarang mengaktifkan ponselnya ketika berada di dalam pesawat? Jawabannya adalah frekuensi ponsel dengan turbin yang digunakan oleh sebuah pesawat kebetulan sama dan saling bersinergi. Hal inilah yang menyebabkan gangguan akan terjadi pada turbin jika ponsel di aktifkan, hal fatal lainnya yang akan terjadi adalah mesin turbin dari pesawat itu mati. Woow, merupakan hal yang sangat menyeramkan dan sulit untuk dibayangkan.

Banyak sekali penumpang pesawat yang ingin mengaktifkan ponsel mereka padahal pesawat tersebut pun belum berhenti. Padahal ada suatu fase pada pesawat terbang yang dinamakan dengan fase kritis yaitu ketika sebuah pesawat ingin take off ataupun landing. Mengapa demikian? Karena jaringan akan menciptakan sebuah tenaga yang dihasilkan oleh sebuah telepon seluler pada suatu tingkat tertentu karena jarak masih memadai untuk tetap tersambung dengan jaringannya.

Peraturan pun sudah ditetapkan bahwa larangan di semua Negara bahwa tidak boleh menghidupkan ponsel ketika sebuah pesawat sedang mengudara tetapi hal yang mengagetkan pun terjadi. Penerbangan di Eropa mulai memperbolehkan penumpangnya untuk menggunakan atau mengaktifkan peralatan elektronik meskipun mereka sedang berada di dalam pesawat.

Hal aneh ini pun telah mendapat persetujuan dari European Aviation Safety Agensi atau yang biasa disebut dengan EASA. Terdengar kabar bahwa EASA telah memperbolehkan penumpang pesawat yang berada di eropa untuk menggunakan beraneka ragam jenis gadget atau smartphone yang mereka miliki seperti smartphone, tablet, laptop dan music player.

Peraturan yang baru saja dicetuskan itu akan disahkan pada akhir November tahun ini, regulasi yang akan dibuat adalah maskapaoi penerbangan di eropa tidak akan melarang penumpangnya untuk menggunakan beberapa perangkat seperti tablet, smartphone, e-reader dan perangkat lainnya yang berguna untuk mengusir kebosanan yang dialami oleh penumpang selama penerbangan sedang berlangsung.


Semua gadget atau smartphone yang dimiliki oleh penumpang boleh aktif selama penerbangan tetapi harus tetap menggunakan mode ‘flight’ dan untuk peralatan elektronik yang berukuran besar tetap harus disimpan oleh penumpang karena mencegah terjadinya cedera selama penerbangan yang akan berdampak pada penggunanya. Intinya tetap pengguna dari ponsel atau smartphone tidak boleh menerima atau melakukan panggilan keluar selama penerbangan sedang berlangsung. 

The Verge sebuah situs yang terdapat di Eropa melansir sebuah berita, hingga saat ini EASA masih mencari celah bagaimana EASA bisa mendapatkan sebuah cara dan trik terbaru dan berbeda agar penggunaan panggilan telepon dengan smartphone selama penerbangan menjadi hal yang diperbolehkan dan bukan menjadi larangan lagi sehingga EASA harus bisa mencari cara agar mengaktifkan ponsel di pesawat bukan suatu masalah yang akan menimbulkan dampak yang  membahayakan bagi sebuah penumpang.

No comments:

Post a Comment