APAKAH BLACKBERRY AKAN DILIRIK OLEH SAMSUNG?



Setelah sekian lama luntang lantung akhirnya pihak Blackberry menentukkan pilihannya dengan menjual saham yang dimiliki oleh pihak Blackberry karena disinyalir produsen smartphone dari Canada ini telah memiliki kerugian sebesar USD 1 Milyar. Terdengar kabar kalau pihak dari Samsung akan membeli saham-saham yang dijual oleh Blackberry, Research In Motion (RIM), tetapi ternyata pernyataan itu ditepis oleh Pihak Samsung. James Chung, yang ditunjuk sebagai juru bicara dari Samsung mengatakan kepada media bahwa pihak Samsung sama sekali tidak ingin membeli separuh atau seluruh dari asset yang dimiliki oleh produsen smartphone dari Canada tersebut.
Namun, tiba-tiba pernyataan dari Reuters muncul yang berasumsi bahwa Samsung sedang melakukan negosiasi dengan pihak Blackberry dan sumber ini di dapat dari salah satu pemegang saham RIM. Tetapi untuk hal apa kegiatan negosiasi itu dilakukan?
Menurut perkiraan Reuters dua pihak tersebut sedang membicarakan rencana untuk melisensikan ( TEKNOLOGI RIM ) sebelumnya terdapat informasi yang disadur dari Boy Genius Report yang mengatakan bahwa co-CEO RIM.
Sebelumnya, situs Boy Genius Report sempat menyebutkan co-CEO RIM, yang bernama Jim Balsillie memang telah melakukan negosiasi ke berbagai perusahaan yang tertarik untuk membeli saham di RIM dan bersedia untuk mengadopsi produsen Blackberry tersebut.
Tetapi hal yang paling diincar oleh perusahaan lainnya karena mereka ingin mengincar beberapa teknologi yang dimiliki oleh RIM yang dianggap menarik bagi pihak lain. Dari Pihak Blackberry sendiri enggan untuk menyebutkan lisensi seperti apa yang menjadi incaran oleh pihak Samsung.
Mungkin kita jarang sekali mendengar ada perusahaan yang ingin mundur ketika ia sedang dalam perjalanan menanjak untuk menggapai masa keemasannya kembali. Tetapi ternyata hal itulah yang sekarang dialami oleh Pihak Blackberry. Pihak Blackberry berfikir dengan menjual perusahaannya itu dapat menyelamatkan mereka dari besarnya kerugian yang telah mereka terima. Kini Produsen Blackberry dari Canada ini tinggal menunggu siapa orang yang bisa menyelamatkan perusahaan ini dari keterpurukan dan bisa menangani masalah ini agar 70 juta pelanggan Blackberry yang tersebar di seluruh dunia tidak merasa dirugikan.
Google yang sebelumnya telah membeli Motorola dan Android mempunyai kemungkinan kecil untuk kembali menghidupi Blackberry. Dilihat dari perkembangannya pun Samsung dan Apple tidak begitu tertarik karena mereka menganggap telah memiliki pangsa pasar sendiri yang mencintai produk mereka karena apa yang mereka tawarkan jelas-jelas berbeda dengan apa yang Blackberry miliki selama ini.
Terdengar kabar bahwa ada beberapa produsen teknologi yang berasal dari China tertarik untuk membeli Blackberry seperti Lenovo, Huawei, dan ZTE. Ketiga produsen ini dianggap mampu menyelamatkan nasib Blackberry. Untuk Lenovo sendiri sudah banyak terdengar simpang siur kabar bahwa ia ingin membeli Perusahaan Blackberry ini yang dahulu kala mempunyai nama RIM.
Memang keputusan untuk menjual perusahaan ini bukan merupakan jalan keluar terakhir karena dari pihak Blackberry sendiri masih mencari-cari cara untuk mendapatkan penyelesaian dengan sebaik-baiknya agar perusahaan Blackberry ini masih bisa terselamatkan. Namun, jika pihak dari berry hitam ini masih juga tidak menemukan jalan terbaik terpaksa pihak Blackberry tinggal menunggu bom waktu yang akan meledak di waktu yang tidak terduga dan nasibnya akan berakhir seperti pendahulunya Ericsson jika pihak Blackberry tidak lincah dalam menghadapi masalah besar ini.
Perusahaan yang berpusat di Waterloo, Ontario, Kanada, ini juga dikabarkan meminta Intel, dan dua perusahaan asal Korea Selatan, yaitu LG dan Samsung.
Hingga saat ini, masih belum jelas perusahaan mana yang tertarik untuk memasukkan penawarannya. Namun, para pembeli potensial ini dikatakan tertarik dengan hak paten dan layanan server milik BlackBerry.



No comments:

Post a Comment